Usai memeras pikiran dan menguras energi dalam menghadapi rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA), seluruh santri putra kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Al Hasanah menggelar kegiatan rihlah atau wisata edukasi alam selama dua hari, Senin–Selasa (2–3 November 2026). Kegiatan ini dirancang khusus sebagai bentuk relaksasi dan penyegaran fisik maupun mental sebelum para santri kembali melangkah ke tahapan persiapan kelulusan.
Perjalanan dimulai sejak dini hari pada Senin (02/11). Tepat pukul 04.30 WIB, rombongan santri bersama dewan guru pendamping bertolak dari kompleks Pondok Pesantren Al Hasanah (PPAH) Bengkulu Tengah menggunakan armada bus menuju Kabupaten Rejang Lebong. Destinasi utama yang dituju adalah keajaiban alam Air Terjun Tri Sakti.
Setibanya di kawasan base camp wisata, para santri mendapat pengarahan intensif dari dewan guru serta tim pengelola wisata setempat. Arahan ini sangat krusial mengingat rute menuju Air Terjun Tri Sakti menuntut kesiapan fisik yang prima.
Medan terjal yang menantang membuat rombongan harus melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan off-road, disusul dengan menyusuri jalan setapak dan anak tangga yang cukup curam. Namun, rasa lelah dan ketegangan selama perjalanan ekstrem tersebut langsung terbayar tuntas. Hawa sejuk, udara segar khas pegunungan, serta keindahan air terjun menyambut kehadiran para santri. Seluruh rombongan memanfaatkan momen ini untuk berenang, bermain air, dan melepas penat setelah menghadapi ujian.
Puas menikmati kesegaran Air Terjun Tri Sakti, rombongan melanjutkan agenda ke destinasi berikutnya, yaitu Tebing Suban. Di tempat ini, para santri mengeksplorasi pemandangan alam nan indah. Kegiatan fotografi menjadi salah satu daya tarik utama untuk mengabadikan momen kebersamaan dan lanskap perbukitan Rejang Lebong.
Memasuki hari kedua, Selasa (03/11), rangkaian rihlah ditutup dengan berkunjung ke objek wisata Suban Air Panas. Berendam di kolam pemandian air panas alami menjadi sarana yang sempurna untuk merelaksasi otot-otot tubuh setelah perjalanan fisik pada hari sebelumnya. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan perjalanan pulang, dan rombongan tiba kembali di Pondok Pesantren Al Hasanah dengan selamat pada pukul 20.00 WIB.
Melalui kegiatan rihlah ini, Ponpes Al Hasanah membuktikan bahwa sistem pendidikan pesantren tidak hanya berkutat pada lembar buku dan dinding kelas semata, melainkan juga diimbangi dengan eksplorasi alam terbuka.
Para santri dibimbing untuk mengenal alam secara nyata sebagai wujud keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan tadabur (merenungkan) ciptaan Allah SWT. Diharapkan, keceriaan dan kebersamaan selama dua hari ini mampu mengembalikan kebugaran fisik, merajut ukhuwah islamiyah yang semakin erat, serta membakar kembali semangat santri kelas 12 MA Al Hasanah dalam menghadapi sisa tugas akhir dan ujian kelulusan.






