Seluruh santri Pondok Pesantren Al Hasanah (PPAH) Bengkulu Tengah mengikuti kegiatan Simulasi Gempa dan Kebakaran untuk Tahun Ajaran 2026 – 2027. Agenda mitigasi bencana ini dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, berlokasi di lingkungan Ponpes Al Hasanah Bengkulu Tengah.
Tidak hanya melibatkan para santri, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh dewan guru dan staf satuan pengamanan (sSatpam). Tujuan utama digelarnya simulasi ini adalah untuk memberikan edukasi serta membekali seluruh warga pesantren dengan kesiapsiagaan, sehingga mereka tidak panik dan memahami prosedur penyelamatan diri yang benar jika terjadi gempa bumi maupun kebakaran.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi di dua lokasi berbeda. Di lingkungan santri putri, acara dibuka oleh Kepala MTs Al Hasanah, Ustadz. Muhammad Barid, M.Pd.I. Sementara itu, di lingkungan santri putra, kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ustadz Tono Budi Utomo, S.Pd., Gr.
Dalam arahannya, Ustadz Tono menekankan pentingnya pemahaman mitigasi bencana di lingkungan asrama maupun madrasah sebelum secara resmi membuka kegiatan.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama keselamatan. Melalui simulasi ini, kita ingin memastikan seluruh santri dan tenaga pendidik memiliki wawasan praktis agar tetap tenang dan tahu persis apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat,” tegasnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan serta penjelasan Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan oleh masing-masing ketua panitia. Penjelasan ini mencakup rute evakuasi darurat serta pemetaan titik kumpul (assembly point) yang aman di lingkungan pesantren.
Memasuki sesi inti di area madrasah, kegiatan dibagi menjadi dua skenario simulasi utama, yaitu simulasi gempa bumi dan simulasi penanganan kebakaran. Saat sirine atau tanda bahaya berbunyi, seluruh santri, guru, dan staf satpam langsung mempraktikkan simulasi tanggap darurat. Para santri dilatih untuk melakukan teknik drop, cover, and hold on (berlindung di bawah meja dan melindungi kepala). Setelah kondisi dinilai aman, peserta diarahkan untuk berevakuasi secara tertib menuju lapangan terbuka melalui rute yang telah ditentukan.
Selanjutnya, para santri melakukan simulasi penanganan kebakaran. Mereka diajarkan langkah-langkah darurat penanganan saat timbul kobaran api. Santri dibekali edukasi pemadaman api tradisional serta cara mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara tepat. Sesi praktis ini dilaksanakan dengan pendampingan langsung dari staf Satpam.
Alhamdulillah secara keseluruhan, kegiatan simulasi berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti setiap instruksi, mulai dari materi teori hingga praktik evakuasi di lapangan. Melalui kegiatan ini, Ponpes Al Hasanah Bengkulu Tengah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang tangguh bencana serta aman bagi seluruh santri dan warga pesantren.






