Pondok Pesantren Al-Hasanah (PPAH) Bengkulu Tengah sukses menggelar acara Ramah Tamah Keluarga Besar PPAH dalam rangka menyambut kedatangan santri baru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Hasanah dan Madrasah Aliyah (MA) Al Hasanah untuk Tahun Ajaran 2026 – 2027. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) PPAH pada Jumat dan Sabtu, 24–25 Juli 2026.
Mengusung tema “Bersinergi Mendidik Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi”, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus membangun kesepahaman antara pihak pesantren dengan para orang tua/wali santri.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Mudirotul Ma’had Ponpes Al-Hasanah, Ummi Eka Susanti, S.Ag, Kepala MA Al Hasanah, Ustadz Deri Fachri Hasymi, S.Pi, Kepala MTs Al Hasanah, Ustadz Muhammad Barid, M.Pd.I, jajaran dewan guru, serta ratusan santri baru yang didampingi oleh orang tua, wali, dan keluarga masing-masing.
Acara ramah tamah ini dipandu langsung oleh santri kelas akhir yaitu Lekat Abdal Rahman Zaki Ahnaf dan Rifqy Joetiansyah yang bertindak sebagai MC menggunakan tiga bahasa sekaligus, yaitu bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Kemampuan bahasa ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan karakter dan bahasa di Ponpes Al Hasanah.
Kemeriahan dan kekhusyukan acara semakin terasa berkat persembahan penampilan seni dari para santri. Santri MA menampilkan kesenian hhadroh yang menyejukkan hati, sementara santri MTs menyuguhkan alunan nasyid yang memukau para hadirin.
Dalam sambutannya, Ustadz Deri menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan para orang tua yang telah mengamanahkan pendidikan anak-anak mereka ke Ponpes Al Hasanah. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak pesantren dan orang tua. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak di pesantren tidak bisa lepas dari dukungan penuh keluarga.
“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pondok membutuhkan kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pihak keluarga. Keberhasilan anak dapat dicapai jika ada sinergi yang kuat,” ujar Ustadz Deri.
Beliau juga memberikan tips berharga bagi para orang tua dalam menghadapi masa transisi anak-anak di asrama. Orang tua diimbau untuk belajar menahan rindu dan tetap tenang saat berkomunikasi lewat telepon.
“Jika saat menelepon nanti ananda menyampaikan banyak keluhan, Bapak dan Ibu mohon jangan langsung menghakimi. Cukup didengarkan dan berikan penguatan,” pesannya.
Khusus untuk santri MA, Ustadz Deri membocorkan salah satu program unggulan, yaitu Study Tour ke berbagai kampus. Program ini dirancang agar para santri memiliki wawasan yang luas dan kesiapan yang matang dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menutup sambutannya, Ustadz Deri memberikan pesan menyentuh kepada seluruh santri baru.
“Buatlah orang tuamu bangga. Menjadi bangga itu tidak harus selalu juara kelas, tetapi bisa ditunjukkan melalui perubahan karakter yang lebih baik serta kebiasaan-kebiasaan positif sehari-hari,” pungkasnya.
Selain sambutan, rangkaian acara juga diisi dengan pemaparan tata tertib dan aturan kehidupan pondok oleh bagian Pengasuhan Santri, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama wali santri, serta diakhiri dengan makan bersama untuk mempererat rasa kekeluargaan.
Usai seluruh prosesi di GSG, para santri baru didampingi orang tua masing-masing diarahkan menuju asrama. Suasana penuh kehangatan tampak saat para orang tua bertemu langsung dengan wali asrama ananda dan membantu menata pakaian serta perlengkapan di dalam lemari santri.
Kegiatan penyambutan dan pembenahan asrama ini berlangsung tertib hingga pukul 15.30 WIB. Momen haru pun tak terelakkan ketika tiba saatnya para orang tua berpamitan, melepaskan putra-putrinya dengan do’a dan senyuman untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al Hasanah.


